Jun 30 2012

BOLA JUDI ONLINE: Final EURO Sebagai Ajang Menuntaskan Hasil Seri Di Fasa Grup

http://www.agenbetting338a.info/wp-content/uploads/2011/10/produk_sbobet.jpg
BOLA JUDI ONLINE: Final EURO Sebagai Ajang Menuntaskan Hasil Seri Di Fasa Grup
. Laga puncak Piala Eropa 2012 mempertemukan antara Spanyol dan Italia kembali, keduanya memiliki tujuan masing-masing. Untuk Spanyol tujuannya untuk mempertahankan gelar EURO yang bola judi online sudah didapat tahun 2008, sekaligus membuat sejarah. dan untuk Italia sendiri sebagai ajang pembuktian bahwa Italia adalah tim yang bermental juara. Kedua tim pernah bertemu difasa grup, dan bermain draw

Spanyol dan Italia meniti jalan yang kurang lebih sama di Polandia-Ukraina. Setelah berduel 1-1 di laga pembuka mereka, kedua tim kemudian sampai di titik yang sama: final, pada 1 Juli besok di Kiev.

Sang juara bertahan punya langkah yang sedikit lebih mentereng, karena selalu menang di empat partai berikutnya. Mereka menghempaskan Republik Irlandia, Kroasia, Prancis, dan Portugal di semifinal lewat adu penalti.

Adapun Italia, setelah seri juga di laga keduanya melawan Kroasia, mereka kemudian berturut-turut mengalahkan Irlandia, Inggris (adu penalti), dan tim favorit Jerman di babak empat besar.

Dalam tiga pertemuan terakhir Spanyol-Italia, skor mereka masih imbang. Sebelum 10 Juni kemarin, Italia menang 2-1 di laga persahabatan di Bari pada 10 Agustus 2011. Empat tahun lalu, di babak perempatfinal EURO 2008, Spanyol mengalahkan rivalnya itu lewat adu penalti.

Di Piala Eropa sebelumnya itu, drama tos-tosan harus dilakukan setelah mereka bermain 0-0 selama 120 menit. Dari lima algojo Spanyol, hanya Daniel Guiza yang gagal. Dari kubu Italia, hanya Fabio Grosso dan Mauro Camoranesi yang bisa menaklukkan Iker Casillas. Daniele de Rossi gagal, begitu pula algojo keempat mereka, Antonio di Natale. Skor akhir 4-2. Tapi Di Natale “membayar” kegagalan itu dengan menjebol gawang Casillas di Gdansk 20 hari lalu pada menit 61, sebelum dibalas Cesc Fabregas tiga menit kemudian.

Secara keseluruhan, duel “Matador” versus Gli Azzurri memang ketat. Mereka sudah berjumpa 26 kali: Italia menang delapan kali, Spanyol tujuh kali. Sisanya, 11 kali, berakhir sama kuat.

Khusus di turnamen besar, Italia masih unggul dengan skor 3-1 dalam enam pertandingan di Piala Dunia maupun Piala Eropa.

Di babak perempatfinal Piala Dunia 1934, setelah bermain 1-1, Italia menang 1-0 di replay di Florence pada 1 Juni.

Mereka baru bertemu lagi di babak grup Piala Eropa 1980, pada 12 Juni di Milan. Skor akhir 0-0. Spanyol jadi juru kunci di grupnya, Italia finish nomor empat.

Delapan tahun kemudian, di EURO 1988, kedua tim besar itu kembali berjumpa di fase grup. Italia menang bola judi online 1-0 via gol tunggal Gianluca Vialli di Frankfurt, Jerman, pada 14 Juni. Sekali lagi, Spanyol terhenti di grup, Italia menembus semifinal sebelum dihentikan Uni Soviet.

Di Piala Dunia 1994 Dino Baggio dan Roberto Baggio mencetak gol kemenangan Italia atas Spanyol di babak perempatfinal di Boston pada 9 Juli. Spanyol bola judi online hanya membalas satu kali melalui gol Jose Luis Caminero. Di turnamen itu Italia menjadi runner-up setelah kalah adu penalti dari Brasil di final.

Spanyol baru bisa mengalahkan Italia di turnamen besar di perempatfinal Piala Eropa 2008 – lalu mereka bermain 1-1 di babak grup Piala Eropa 2012.

Siapa kali ini yang akan menang dan merebut trofi Henri Delaunay?

Rekor pertemuan di turnamen besar:

31 Mei 1934, Piala Dunia, Italia 1 Spanyol 1, Florence
1 Juni 1934, Piala Dunia, Italia 1 Spanyol 0, Florence
12 Juni 1980, Piala Eropa, Italia 0 Spanyol 0, Milan
14 Juni 1988, Piala Eropa, Italia 1 Spanyol 0, Frankfurt
9 Juli 1994, Piala Dunia, Italia 2 Spanyol 1, Boston
22 Juni 2008, Piala Eropa, Spanyol 0 Italia 0 (Spanyol menang adu penalti 4-2), Wina

Artikel Terkait Lainnya

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment